Skip to main content




Apa itu Anemia ?

Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal, yang bisa disebabkan jumlah sel darah merah yang kurang (contohnya pada perdarahan berat akibat kecelakaan, atau sebab lainnya), atau jumlah sel darah merah cukup tapi kandungan Hb didalam sel darah merah kurang. 


Tanda & Gejala Anemia

Gejala anemia pada umumnya muncul akibat kurangnya oksigen
yang dibawa ke jaringan tubuh karena rendahnya Hb, sehingga
jaringan yang kekurangan oksigen tersebut tidak dapat berfungsi
secara optimal dan muncul gejala anemia.

Penyebab Anemia Secara Umum

Anemia secara umum disebabkan oleh 3 hal berikut:
- Kekurangan asupan zat gizi (zat besi, asam folat, vitamin
B12, dan protein) sehingga mengganggu pembentukan
hemoglobin

- Rata-rata pola konsumsi masyarakat Indonesia berisiko
menderita anemia, terutama anemia defisiensi/
kekurangan besi karena kurang asupan pangan sumber
zat besi

- Keluarnya darah dalam jumlah yang banyak atau
pendaharahaan baik akut maupun kronis.
- Faktor keturunan (penyakit thalassemia yang
menyebabkan sel darah merah rusak)

Penyebab Anemia pada Remaja Putri

a. Khusus untuk remaja putri, kebutuhan terhadap besi meningkat, karena remaja putri berada dalam
fase pertumbuhan yang cepat dan mempunyai aktivitas yang lebih banyak, sehingga kebutuhan
berbagai zat gizi termasuk zat besi, meningkat secara bermakna.

b. Selain itu remaja putri mengalami kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi. Bila kebutuhan
berbagai zat gizi tidak terpenuhi maka risiko terjadinya anemia pada remaja putri meningkat.

c. Sebagian remaja putri melakukan pola diet yang salah untuk menurunkan berat badan, dengan cara
membatasi asupan makanan, sehingga menambah risiko terjadinya anemia

Dampak Anemia pada Remaja

Anemia pada remaja putri dan WUS menyebabkan:
a. Menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi
b. Menurunnya kebugaran karena mudah lelah, letih, dan lesu akibat kurangnya oksigen ke otot
c. Menurunnya konsentrasi karena kurangnya oksigen ke otak yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan produktivitas kerja

Upaya Pencegahan Anemia

Anemia pada remaja putri sangat penting untuk dicegah. Upaya pencegahan dilaksanakan melalui penerapan konsumsi makanan bergizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), fortifikasi dan pengobatan penyakit infeksi.

a. Penerapan Makanan Bergizi Seimbang

Ada 4 pilar upaya pencegahan anemia dengan penerapan makanan bergizi seimbang, diantaranya : 
Pilar 1 : Mengonsumsi pangan beraneka ragam
Pilar 2 : Membiasakan Perilaku Hidup Bersih 
Pilar 3 : Mempertahankan dan memantau BB Normal
Pilar 4 : Melakukan aktivitas fisik

b. Tablet Tambah Darah

Suplementasi gizi merupakan penambahan makanan atau
zat gizi untuk mendukung pemenuhan kecukupan gizi. Sementara
bagi remaja putri dan wanita usia subur/WUS diberikan TTD
(Permenkes 51 Tahun 2016 Pasal 1 Ayat 2). Suplementasi
sangat penting dilakukan terutama pada saat tubuh memiliki
kebutuhan zat gizi mikro yang tinggi dan tidak dapat dipenuhi
dari asupan makanan saja. 

c. Fortifikasi 

Fortifikasi adalah upaya meningkatkan mutu gizi makanan dengan menambah
pada makanan tersebut satu atau lebih zat gizi mikro tertentu. Fortifikasi
zat besi yang telah dilakukan secara nasional adal
ah fortifikasi tepung terigu.

d. Pengobatan Penyakit Penyebab/Penyerta Termasuk Penyakit
Infeksi

Pencegahan dan pengobatan anemia pada ibu hamil dan rematri dengan penyakit infeksi atau penyakit penyerta dilakukan bersamaan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut antara lain kecacingan, malaria, dan TBC. Pengobatan dilakukan di Puskesmas atau RS, sesuai dengan tata
laksana anemia dan tata laksana penyakit yang sesuai dengan rekomendasi dokter.

ANJURAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS TTD

Agar konsumsi TTD dapat lebih efektif, dianjurkan :
1. Tablet tambah darah dikonsumsi setelah makan (perut tidak kosong) atau malam sebelum tidur untuk mengurangi gejala nyeri/perih di ulu hati dan mual/muntah.
2. Menerapkan asupan makanan bergizi seimbang, kaya zat besi, cukup protein hewani dan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C, seperti jeruk atau tomat untuk meningkatkan penyerapan.
3. Disarankan minum TTD dengan air putih
Hal yang perlu dihindari :
1. Teh dan kopi, karena mengandung senyawa fitat dan tanin yang dapat mengikat zat besi, sehingga zat besi tidak bisa digunakan untuk membuah Hb
2. Tablet kalsium dosis tinggi, dapat menghambat penyerapan zat besi.
3. Obat sakit maag yang berfungsi melapisi permukaan lambung sehingga penyerapan zat besi terhambat

Comments